" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » , » FPKS KOTA MAGELANG: Aksi Teror, Kejahatan atas Kemanusiaan

FPKS KOTA MAGELANG: Aksi Teror, Kejahatan atas Kemanusiaan

Written By Unknown on Kamis, 21 Januari 2016 | 21.1.16

Kasus Bom Sarinah dan Gafatar, umat Islam harus cerdas menyikapinya


   
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang, Arifin Mustofa, S.Pd
PKSKotaMagelang
| MAGELANG -
Kejadian bom Sarinah pada Kamis (14/01) lalu di Jakarta membuat rakyat Indonesia terhenyak. Apalagi peritiwa itu berlanjut dengan penangkapan terduga teroris disejumlah tempat di Jawa Tengah. Mengomentari hal ini, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang, Arifin Mustofa, S.Pd, menegaskan aksi itu jelas perbuatan teror yang merupakan  kejahatan terhadap kemanusiaan.


“Singkatnya, meneror itu perbuatan jahat dan tidak manusiawi!” kata Arifin.

Arifin yang ditemui di kantornya menambahkan, tidak masuk akal bila ada  agama dijadikan dasar untuk melakukan kekerasan atau teror semacam itu. Justru kalau ada aksi yang  mengatasnamakan agama (misalkan agama Islam) malah masyarakat tidak akan   simpati terhadap  agama Islam  bahkan akan memunculkan sikap saling curiga dikalangan umat islam.

“Semua rakyat Indonesia yang cinta negerinya tidak ada yang simpati, bahkan secara kemanusiaan saja sudah salah,” jelasnya.

Arifin, anggota Komisi A DPRD Kota Magelang yang membidangi Pemerintahan, Hukum, Perencanaan Daerah, Kependudukan  dan Ketertiban ini menambahkan, meski kejadian itu di Jakarta tidak ada salahnya bila aparat keamanan Kota Magelang mengantisipasinya. Karena sebelumnya peristiwa seperti ini pernah juga terjadi di tempat lain apalagi masih terjadi penangkapan di sekitar Jawa Tengah.

“Kewaspadaan tidak hanya aparat saja, tapi secara umum masyarakat dan semua yang peduli terhadap keamanan di negeri ini,” sarannya.

Jadi, masih kata Arifin, sinergi antara masyarakat dan aparat ini sangat erat kaitannya untuk menciptakan situasi yang kondusif. Apalagi di Kota Magelang ini sudah ada Perda Ketertiban Umum. Perda ini bisa menjadi payung hukum bagi aparat dan pemerintah kota. Jadi polisi dan Satpol PP, kelurahan dan Kesbangpolinmas perlu menjalin kebersamaan.

“Perda itu menjadi dasar untuk melakukan pengawasan supaya ketertiban dimasyarakat ini betul-betul terjaga,” tuturnya.
.
Berdasarkan pengamatannya, dia melihat seringkali mereka yang tertangkap itu pendatang yang mengontrak dan tidak bersosialisasi dengan warga setempat.

“Dengan adanya Perda ini, rumah yang dipakai sebagai tempat kost, maka pemiliknya harus melaporkan,” jelas Arifin.

Makanya, tambah Arifin, masyarakat harus waspada. Apalagi ketika ada tempat kost atau kontrakan yang penghuninya tidak mau bersosialisasi. Hati-hati juga dengan mereka yang melakukan aktivitas keagamaan, tapi malah tidak aktif di masjid, tidak mau bermasyarakat apalagi sampai mengkafirkan sesama orang Islam.  Hanya mau berkumpul dengan kelompoknya saja.

Namun demikian yang perlu diwaspadai  tidak hanya yang berlatar agama, tapi juga yang sering membuat penyakit masyarakat. Kumpul-kumpul sambil menenggak minuman yang memabukkan, itu juga melanggar ketertiban masyarakat. Adanya kost-kostan yang campur aduk putra-putri itu juga membuat resah.

“Jadi semua, yang meresahkan masyarakat itu harus ditindak. Termasuk Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)!” tandas Arifin.

“Selain terorisme yang harus kita waspadai tidak hanya Gafatar, tapi juga  Syiah”

Dia mengingatkan agar semua unsur di masyarakat menjaga kewaspadaan in. dalam menjaga kewaspadaan tidak berarti : 

Pertama, membuat Masyarakat Phobi terhadap Islam atau kegiatan pengajian. Jangan mengembangkan perasaan su’uzhan (buruk sangka) terhadap gerakan keagamaan. Karena tidak semua pengajian atau aktifis Islam itu teroris, Justru dengan adanya peristiwa ini kita umat Islam jadi tambah semangat mempelajari Islam. Umat harus cerdas menyikapinya. Kalau rajin mengaji jadi tahu mana yang benar dan mana yang menyesatkan. Akan tumbuh filter dalam dirinya dan jadi tidak mudah dibohongi oleh kelompok tertentu yang menyimpang.

“Kalau tidak punya dasar agama, baru ketemu sebentar saja, mudah dicuci otaknya sudah langsung meletup-letup semangatnya dan mudah menyalahkan orang lain, menganggap kelompoknya paling benar. tapi Kalau paham dasar-dasar agama, minimal kita bisa menilai ini pas atau tidak,” ujar Arifin. 

Kedua, Silakan aktif belajar agama, datangi Pengajian-pengajian di ormas-ormas Islam baik itu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah atau di Majelis Tafsir Al-Quran (MTA), Persatuan Islam (Persis), dan tempat-tempat lain tapi jangan sampai terjebak pada kegiatan yang tidak tahu latar belakangnya. Selain terorisme yang harus kita waspadai tidak hanya Gafatar, tapi juga Syiah. 

“Semoga negeri ini diselamatkan oleh Allah SWT dari musuh musuh-Nya!” pungkasnya.

Terkait:
Revisi UU Terorisme Perlu Perbaikan Intelijen dan Penguatan Deradikalisasi
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger