" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » Penjual Bakso Terpilih Menjadi Anggota DPRD Kota Magelang

Penjual Bakso Terpilih Menjadi Anggota DPRD Kota Magelang

Written By PKS KOTA MGL on Kamis, 19 November 2015 | 19.11.15

Imam Hanya Keluarkan Uang Rp 10 Juta


  
Diapit Dabith dan Jundi
PKSKotaMagelang.Org | FRAKSI - Profesi tak menghalangi niat seorang untuk maju dalam dunia politik. Bahkan, seorang penjual bakso yang berada di Kota Magelang terpilih duduk di kursi wakil rakyat pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014.

Senyum hangat tersungging di bibir Imam Musaechoni, saat Tribun Jogja mendatangi rumah kontrakannya yang sederhana di Jalan Sunan Ampel, Kampung Ganten, Kelurahan Jurang Ombo Selatan, Kota Magelang, Sabtu (17/5). Tak ada yang menyangka pria berusia 43 tahun ini adalah calon anggota DPRD Kota Magelang periode 2014-2019.
Dengan tutur kata sederhana, pria yang akrab dipanggil Imam ini tidak terlalu berlarut dalam euphoria kemenangannya meraih kursi wakil rakyat. Dia hanya mengucap rasa syukur atas dukungan sejumlah orang dan kuasa Tuhan.

“Awalnya, saya tidak menyangka bisa menduduki kursi ini. Saya tidak ambisius untuk mendapat suara banyak. Begitu jadi wakil rakyat, saya merasa biasa-biasa saja,” ujar Imam.

Imam adalah anggota dewan terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Imam yang juga menjadi ketua dewan pimpinan cabang (DPC) PKS Magelang Tengah, Kota Magelang, sebenarnya sudah tida kali menjadi caleg, namun akhirnya baru tahun ini terpilih.
"Awalnya, saya tidak menyangka bisa menduduki kursi ini"

Pada Pemilu 2014 ini, dia menjadi caleg dengan nomor urut 2, namun pada Pemilu sebelumnya, dia biasa menduduki nomor urut bawah. Dia mengatakan, suara sebanyak 640 pada pileg lalu.

Imam yang telah menempati rumah kontrakan sederhana selama lima tahun terakhir menyebut keberhasilannya menduduki kursi DPRD merupakan hasil kerja keras partai dan Gerakan Silaturahmi (Gesit) dari sejumlah kader. Sementara, dia sendiri mengeluarkan uang pribadi berkisar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

Imam mengaku optimistis bisa langsung melakukan perubahan meskipun dia merupakan caleg berwajah baru. Latar belakang Imam sebagai pelaku usaha di sektor menengah kecil mendorongnya untuk memikirkan nasib para pengusaha mikro nantinya.

Fokus ekonomi

Dengan pengalamannya enam tahun menjalankan bisnis usaha warung bakso dan mie ayam ini, Imam mengaku sudah memutuskan untuk memfokuskan bidangnya pemberdayaan masyarakat di sektor ekonomi.

“Saya mempunyai visi ingin memberdayakan pengusaha kecil. Saya juga siap menerima keluhan para pengusaha di sektor ekonomi mikro,” ujar ayah dari Sumayah (17), Muh Dabith S, Hana Am Imaailah, Muh Jundi S (6) ini.

Menurut dia, selama ini pemerintah memang kerap memberikan pelatihan dan bantuan modal pada pengusaha kecil. Hanya saja, masalah pemasaran sama sekali tidak diperhatikan, sehingga para pelaku usaha kerap berhenti di tengah jalan.

“Insha Allah, meskipun saya duduk sebagai dewan, tetap akan menjalankan usaha bakso ini,” kata tenaga honorer di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

AGUNG ISMIYANTO | TRIBUN JOGJA | SENIN, 10 MEI 2014
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger