" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » MENIKAH DI JALAN DAKWAH, SEMBOYAN KELUARGA AKHMAD TRI SUSILO

MENIKAH DI JALAN DAKWAH, SEMBOYAN KELUARGA AKHMAD TRI SUSILO

Written By PKS KOTA MGL on Kamis, 13 Agustus 2015 | 13.8.15



Akhmad Tri Susilo dan Tulus Sayekti bersama kelima anaknya (Zalfa, Zahra, Ridho, Khansa, dan si bungsu Abdurrahman Auf).


"Seorang istri dituntut untuk bisa menjadi partner yang baik dalam mendampingi setiap gerak langkah suaminya. Saya beruntung bisa menemani Pak Sus dalam berjuang di jalan dakwah. Berawal dari visi yang sama saat ta'aruf, kami siap menikah di jalan dakwah” (dr Tulus Sayekti, 2015)

KELUARGA
Akhmad Tri Susilo atau akrab dipanggil Pak Sus lahir di Magelang, 7 Oktober 1976 menikah dengan Tulus Sayekti kelahiran Karanganyar, 26 Oktober 1977. Dalam agenda tim pemenangan pemilu daerah 2004 mereka dipertemukan pertama kalinya. Berkediaman di Perumahan Departemen Kesehatan Blok D7 Nomor 38 Rt. 02/ Rw. 03 Kramat Utara bersama kelima anaknya yang bernama Khansa Hulwah Rafiidah (10), Zalfa Qoulan Sadida (9), Ridho Labibil Hilmi (7), Zahra Nibrasia (5), dan Abdurrahman Auf (4 bulan). Susilo (39) sosok ayah yang peduli, sederhana, supel, berjiwa muda, dan petualang bersama Tulus (39) yang tegas dan to the point menerapkan sistem pendidikan Islam dalam membangun keluarganya. "Anak usia 7-12 tahun itu ibarat tawanan perang, mereka harus memiliki sikap disiplin terutama dalam hal penjagaan ibadah sehari-hari. Saya dan pak Sus telah berkomitmen untuk tidak memiliki televisi sampai anak SMP. Namun, anak-anak saya tidak lantas menjadi gaptek karena tidak memiliki TV di rumah karena mereka dapat menonton tontonan edukatif melalui Laptop di rumah," terang Tulus saat ditemui di kediamannya.

Kelima nama buah hati Susilo dan Tulus masing-masing menyimpan doa dari kedua orang tuanya. Putrinya yang pertama, Khansa Hulwah Rafiidah yang bersekolah di Pondok Tahfidz Daarul Fath Boyolali bercita-cita ingin menjadi dokter yang hafal Al Qur'an dan bisa membantu medis di Palestina. Putri yang kedua, Zalfa Qoulan Sadida juga bersekolah di Pondok Tahfidz Daarul Fath Boyolali seperti kakaknya memiliki cita-cita menjadi Dosen dan punya rumah atau sekolah penghafal Qur'an. Jagoan ketiga, Ridho Labibil Hilmi yang bersekolah di Sekolah Tahfidz Tingkat Dasar (STTD) Tabarok ingin menjadi tentara di Palestina. Putri yang keempat, Zahra Nibrasia yang bersekolah di PAUD IT Asy Syaffa' 2 berkeinginan menjadi dokter seperti kakaknya yang pertama. Putra kelima yang baru berusia hitungan bulan, Abdurrahman Auf yang lahir pada 19 April lalu kita doakan agar menjadi pengusaha muslim yang sukses layaknya sahabat Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf. Aamiin.


KEMASYARAKATAN
Tak hanya berperan sebagai kepala keluarga, Pak Susilo juga mengambil peran di tengah masyarakat, selain pernah menjabat sebagai ketua RT 02 selama dua tahun (2013-Januari 2015) dan sekarang juga masih menjabat wakil ketua RW 03 Perum Depkes kelurahan Kramat Utara Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang. Sebagai wakil ketua RW beliau membantu ketua RW dalam mengampu tugas tugas domestik lingkup RW dan mengkoordinir RT. Selain itu, Pak Sus juga terlibat dalam kegiatan keagamaan di masjid lingkungannya, baik sebagai imam, khatib, maupun kegiatan-kegiatan pemakmuran masjid lainnya. Dalam amanahnya yang lain, Pak Sus dipercaya untuk menjabat sebagai ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Magelang Utara, yang membawahi lima Dewan Pengurus Ranting (DPRa), yaitu Wates, Kedungsari, Kramat Utara, Kramat Selatan, dan Potrobangsan. Dalam bermasyarakat, salah satu metode pendekatannya yaitu silaturahim, juga kegemaran beliau menyambangi warung yang terinpirasi dari Hasan Al Banna yang berdakwah dari warung kopi.

Bu Tulus, dokter umum di Puskesmas Grabag 2 juga memiliki beberapa amanah di masyarakat, diantaranya yaitu sebagai pengurus RW, Ketua Sekolah Ibu Sehat Terpadu (SISTer) RW 03, anggota PKK RT 02, dan juga pengisi pengajian ibu-ibu di sekitar lingkungan rumah dan karyawan puskesmas. Selain itu beliau juga menjabat sebagai ketua bidang pengembangan dakwah di Persaudaraan Muslimah (Salimah).


Dengan beragam kesibukannya, tak jarang pasangan suami istri ini mendapati protes dari anak-anaknya, mereka merasa waktu Abi- dan Umminya terkuras untuk dunia luar, terutama saat momen mendekati PEMILU 2014, dimana pasangan yang memiliki visi yang sama saat berta'aruf ini harus bergerilya kampanye dengan mengetuk satu persatu rumah tetangga untuk meminta dukungan suara. Disinilah peran Bu Tulus untuk memberikan pengertian pada anak-anaknya bahwa dakwah di masyarakat dan di pemerintahan juga penting. "Nak, Abi dan Ummi itu juga milik masyarakat, jadi harus rela berbagi waktunya dengan orang lain," jelas bu Tulus kepada anaknya pada masa itu.

PEMERINTAHAN
Dalam ranah kepemerintahan, Pak Sus diberi kepercayaan Fraksi PKS untuk menjadi sekretaris, dan juga menjadi anggota komisi C DPRD Kota Magelang yang membawahi bidang kesejahteraan rakyat, pendidikan, olahraga, dan Pekerjaan Umum (PU).


Dengan terjalinnya komunikasi yang baik, Insya Allah semua masalah akan dapat diatasi bersama. Oleh karena itu tak jarang Pak Sus dan Bu Tulus saling sharing pekerjaan, diskusi masalah-masalah kekinian, dan berbagi pengalaman. "Bersyukur ditemani Pak Sus dalam berjuang, sharing pekerjaan dan pengalaman-pengalaman. Itulah nikmatnya komunikasi jika sevisi. Peran saya sebagai istri sebagai penyemangat dan back up system," ungkap ibu yang berkomitmen pada pemberian ASI eksklusif untuk anaknya. (HUMAS PKS) 
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger