" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » Memahami Perjuangan

Memahami Perjuangan

Written By Unknown on Selasa, 30 April 2013 | 30.4.13

ilustrasi (.Inet).

PKS KOTA MAGELANG -- [Oase], Bunga yang manakah yang akan kita persembahkan kepada perjuangan, kekasih kita? Edelwis yang kita petik dari puncak cintakah? Mawar yang kita petik dari pohonnya yang kita tanam di pekarangan rumah hati kitakah? Atau melati yang kita petik dari taman hati kita?

 
Lalu kapankah akan kita berikan bunga itu kepadanya? Akankah engkau berikan bunga itu, saat dia sendirian menikmati surya pagi hari? Atau saat engkau menemaninya pada suatu purnama? Kopi yang manakah yang akan kita suguhkan, saat kekasihmu itu memasuki malam-malam sejarahnya? Susu manakah yang akan kita seduhkan, ketika dia mulai memasuki pagi sejarah? Atau minuman pelepas dahaga yang manakah yang akan kita berikan saat dia sampai di siang sejarah yang panas? Obat apakah yang akan kita berikan, saat ia dia sampai di takdir sakitnya? Dengan apakah akan kita basuh lukanya? Lantas bagaimanakah kita menghiburnya, saat kesedihan bersemayam di dadanya?
 
Disinilah titik paling rumit ketika kita mencintainya. Bagaimana kita memberikan sesuatu yang kita punya, yang juga dibutuhkannya, pada saat yang tepat. Mungkin dia membutuhkan semua yang kita punya.
 
Tapi memberikan pada saat yang tidak tepat, hanya akan berbuah ketidak optimalan bahkan kesia-siaan. Karena alasan inilah sesungguhnya, kita harus sampai pada komponen paling penting ketika kita mencitainya. Yaitu " memahami perjuangan".
 
Kita bisa memberikan sesuatu tepat pada waktunya, adalah jika kita memahaminya. Menghargai atau menghormati perjuangan tidak mungkin bisa tanpa mengenalnya. Perhatian dan tanggung jawab akan menjadi buta jika tidak dituntun oleh pemahaman atau pengetahuan. Kita bisa memahami perjuangan, pemahaman yang sampai pada inti persoalan, jika kita dapat melampaui perhatian atas diri kita sendiri, untuk kemudian melihat perjuangan dalam konteksnya sendiri. 
 
Sebagai contoh, kita mungkin dapat mengetahui jika seseorang sedang marah meski dia berusaha untuk menyembunyikan kemarahan itu. Namun kita sesungguhnya bisa mengetahui lebih dari itu, mengetahui bahwa sesungguhnya orang tersebut sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan, atau bahwa orang tersebut sedang dihinggapi kesepian dan rasa bersalah. Kita akan bisa memahami perjuangan, kalau kita mengenalnya. Kita tidak akan mengenal perjuangan, kecuali senantiasa membersamai setiap perjalanannya. 
 
Mengawal dengan penuh kesetiaan saat perjuangan itu memasuki malam-malam sejarah yang kelam. Menemani dengan penuh kasih saat perjuangan memasuki pagi hari sejarahnya. Merawat dengan kesabaran yang ekstra ketika perjuangan penuh luka. Juga ikut bersama dengannya ketika dia memasuki siang sejarah yang sungguh panas. Hanya dengan itu kita bisa mengenal dan memahaminya. Dan dari sinilah kita akan sampai di puncak cinta; menyatu dengan perjuangan, kekasih kita. Jadi tidak ada jalan lain bagi kita, selain senantiasa membersamai perjuangan. Sebab bagaimana pun juga, suatu hari, kita mesti memberinya bunga.
Wallaahu a’lam bish shawwab.[Ibnu Ahmad]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger