" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » Islam dan Profesionalisme

Islam dan Profesionalisme

Written By Unknown on Minggu, 28 April 2013 | 28.4.13

 Oleh : Ustadz


PKS KOTA MAGELANG -- [Harokah], "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan ihsan atas segala hal, jika kalian membunuh maka Ihsan-lah dalam membunuh tersebut, jika kalian menyembelih binatang maka Ihsan-lah dalam menyembelih tersebut, dan hendaklah kalian mengasah/menajamkan terlebih dahulu pisaunya dan melegakan sembelihannya.”[1]

Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim memerintahkan kita melalui lisan nabi kita Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa salah satu hal yang diwajibkannya dalam syari’ah adalah berbuat ihsan yang maknanya adalah sempurna dalam berbuat kebaikan (hasan berarti baik, tapi ihsan berarti lebih/mengandung makna bersangatan).

Alangkah indahnya hadits ini yang menyatakan bahwa sempurna dalam semua perbuatan yang baik dan tidak melakukannya dengan asal-asalan merupakan salah satu dari kewajiban syari’at (bukan suatu hal yang sunat atau mubah), sehingga orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala dan orang yang meninggalkannya akan mendapatkan dosa.

Demikian dalam kandungan hadits ini, sehingga kita dapat melihat dalam sejarah Islam generasi terdahulu bahwa mereka selalu melakukan semua pekerjaan dengan ihsan. Untuk menyebutkan suatu contoh dalam Sirah disebutkan sebuah atsar tentang pertanyaan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pada suatu pagi pada para sahabatnya : Siapakah yang pagi ini telah melakukan shalat malam? Maka Abu Bakar menjawab: Saya ya Rasulullah! Lalu tanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam lagi: Siapakah yang pada pagi ini berpuasa? Maka menjawab lagi Abu Bakar: Saya ya Rasulullah! Maka tanya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam lagi: Siapa yang pagi ini memberi makan orang miskin? Menjawab Abu Bakar: Saya ya Rasulullah!

Nampak dari hadits tersebut bagaimana ihtimam (perhatian) yang tinggi dari para sahabat Radhiyallahu ‘Anh terhadap semua amal kebaikan dan mereka melakukan semua amal tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak memilih-milih, sehingga mereka menjadi orang yang paling khusyu’ shalatnya, paling banyak membantu orang lain, paling banyak melakukan jihad di jalan Allah, paling banyak hafalan Al Qur’annya, paling adil dan bijaksana dalam memimpin ummat, paling kuat menahan marahnya, paling banyak bersilaturrahim, paling rendah hati dalam pergaulan, paling pengasih pada semua makhluk, dan seterusnya…

Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pada suatu hari pernah menjelaskan tentang orang-orang yang nanti akan masuk syurga dipanggil melalui pintu-pintu yang sesuai dengan amalnya yang terbaik, ada yang dipanggil dari pintu shalat, ada yang dari pintu puasa (Ar Rayyan), ada yang dari pintu shadaqah, ada yang dari pintu jihad, dan seterusnya.

Maka bertanya Abu Bakar: Ya Rasulullah! Adakah orang yang akan dipanggil dari semua pintu itu? Maka jawab Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: Na’am wa arjuka minhum (Ada, dan saya berharap antum termasuk orang yang akan dipanggil dari semua pintu itu…)

Subhanallah…



[1] Hadits Riwayat: 1. Muslim, kitab ash Sha’id wadz Dzaba’ih wa ma ya’kulu minal Hayawan, hadits no. 3615. 2. Abu Daud, kitab adh-Dhahaya, hadits no. 2432. 3. Ibnu Majah, bab adz-Dzaba’ih, hadits no. 3161. 4. Nasa’i, kitab adh-Dhahaya, hadits no. 4329. 5. Ad Darami, kitab Al Adhahi, hadits no. 1888.

----- [hasanalbanna.com] -----
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger