" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » , » Cinta dan Cita-Cita

Cinta dan Cita-Cita

Written By Unknown on Minggu, 14 April 2013 | 14.4.13

ilustrasi (.Inet).
PKS KOTA MAGELANG -- [Oase], Mungkin kita tak akan pernah tahu, kapan perjuangan ini akan berakhir. Kapan sesuatu yang kita impikan akan menjadi kenyataan, hadir dihadapan kita, lalu kita nikmati bersama. Atau mungkin kita memang tidak akan pernah sampai pada muara perjuangan. Sebab bisa jadi hidup adalah perjuangan, perjuangan adalah hidup. Jika ini yang terjadi, berarti kita tidak akan pernah beristirahat dari perjuangan. Sebab berhenti dari perjuangan berarti berhenti hidup. Dengan demikian, maka perjuangan yang kita tempuh ini tak akan pernah selesai.

Jadi, inilah sesungguhnya tantangan terberat kita. Mengawal perjuangan yang tak pernah usai. Berat, karena kita adalah makhluk yang senantiasa dihinggapi rasa lelah dan bosan. Berat, karena kita adalah makhluk yang senantiasa menginginkan suatu hasil yang nyata dari setiap apa yang kita lakukan.

Karena alasan inilah, kita memerlukan kekuatan cinta. Cinta kepada perjuangan. Cinta bagaimana pun adalah sumber kekuatan yang sangat dahsyat. Orang yang di dalam hatinya telah bersemayam cinta akan perjuangan, maka dia akan melakukan apa pun untuk senantiasa dekat dengan perjuangan. Sebab kenikmatan terbesar para pecinta adalah ketika dia bisa berdekatan dengan sesuatu yang dia cintai. Orang yang didalamnya hatinya telah bersemayam cinta akan perjuangan, tak akan pernah rela untuk berpisah dengan perjuangan.

Kekuatan inilah yang akan senantiasa mendorong kita untuk tetap berada dalam pesta perjuangan. Sebab cinta adalah ketulusan. Ia tak membutuhkan pamrih atas segalanya. Perjuangan juga tak akan pernah menjanjikan balasan bagi para pengawalnya. Kecuali kepuasan, senantiasa bersama dengannya.

Tetapi kita tak bisa hanya mengandalkan cinta. Sedahsyat apa pun kekuatan cinta, ia bisa juga sirna. Menguap dan tak berbekas. Cinta hilang jika sesuatu yang menyebabkan tumbuhnya cinta juga hilang. Begitu juga cinta akan perjuangan. Ia bisa sirna jika ternyata “pesta perjuangan” tak lagi memiliki yang menyebabkan tumbuhnya cinta.

Perjuangan bukanlah sesuatu yang indah. Ia adalah sesuatu yang melelahkan. Menegangkan urat syaraf. Dan kadang-kadang menghamparkan kengerian. Begitu banyak hal yang bersemayam dalam perjuangan, yang itu bisa dengan segera menghilangkan perasaan cinta kita terhadapnya.

Itulah sebabnya seorang pejuang tak bisa hanya mengandalkan cinta. Ia harus memiliki kekuatan kedua. Cita-cita. Harapan. Inilah kekuatan terakhir dari para pejuang.

Cita-cita atau harapan itu harus diletakkan di paling ujung dari pesta perjuangan. Ia haruslah sesuatu yang paling dibutuhkan oleh para pejuang dan haruslah sesuatu yang hanya bisa diraih ketika sudah tidak ada sesuatu pun yang bisa di ambil. Juga cinta.

Dengan kekuatan ini, maka sedahsyat apa pun tantangan perjuangan maka akan dilalui dengan tabah, sabar. Bahkan dengan perasaan gembira. Kengerian-kengerian yang dihamparkan dalam pesta perjuangan, akan dipandang dengan mesra dan penuh keikhlasan. Bahkan ketika cinta akan perjuangan itu sirna, ia satu-satunya hal yang akan menyebabkan kita bertahan.

Memiliki satu dari dua kekuatan itu, berarti kita baru menghimpun setengah kekuatan yang diperlukan untuk mengawal perjuangan. Menghimpun keduanya sekaligus, berarti kita telah melipat gandakan daya juang kita. Cinta kadang-kadang hilang, dan kita butuh cita-cita untuk tetap bertahan, sambil menunggu cinta kita mekar. Cita-cita kadang layu, dan kita butuh cinta untuk menyiram dan membuatnya kembali segar.

Bukankah kata Einstein, E = mc². Energi = mahabah (cinta) x cita-cita. Energi berbanding lurus dengan cinta dan cita-cita yang dikuadratkan. [Ibnu Ahmad]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger