" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » Konsep Diri Unggul

Konsep Diri Unggul

Written By Unknown on Jumat, 08 Maret 2013 | 8.3.13

  “Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya”
 (Ahli Hikmah)

Oleh : H. Indra Kusumah, S.Psi., M.Si., CHt.
Direktur LMT TRUSTCO Bandung

PKS KOTA MAGELANG -- [Inspirasi] , SUKSES..!!!. Sebuah kata yang menjadi impian setiap manusia. Setiap orang berjibaku untuk meraihnya dengan berbagai cara. Namun sejarah menceritakan kepada kita, ada di antaranya yang mendapatkan kesuksesan (winner) dan ada sebagian lainnya yang menjadi pecundang (looser).

Berbagai kajian dan penelitian dilakukan untuk menemukan rahasia kesuksesan hidup. Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa kesuksesan akademik merupakan prasyarat sukses dalam kehidupan. Namun, betulkah prestasi akademik menjadi jaminan kesuksesan dalam hidup yang sesungguhnya?

… Tidak ada hubungan langsung antara prestasi akademik dan kesuksesan hidup

Dr. Eli Ginzberg beserta timnya melakukan penelitian terkait hal itu di Amerika. Penelitian ini melibatkan 342 subyek penelitian, yaitu mahasiswa yang berhasil mendapatkan bea siswa dari Colombia University dalam berbagai disiplin ilmu. Dr. Ginzberg dan timnya meneliti seberapa sukses 342 mahasiswa itu dalam hidup mereka, lima belas tahun setelah mereka menyelesaikan studi mereka di Colombia University.

Penelitian itu menemukan satu hasil yang mencengangkan. Mereka yang lulus dengan mendapat penghargaan atas prestasi akademiknya (cum laude atau summa cum laude) dan berhasil masuk dalam Phi Beta Kappa, ternyata lebih cenderung berprestasi biasa-biasa dalam kehidupan mereka. Sebaliknya ada banyak orang yang prestasi akademiknya biasa-biasa, namun prestasi hidupnya sukses luar biasa.

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa tidak ada hubungan langsung antara prestasi akademik dan kesuksesan hidup. Jadi, sebenarnya prestasi akademik bukan merupakan jaminan kesuksesan hidup. Lalu faktor apa yang menjadi kunci kesuksesan hidup manusia?

Para pakar menyatakan bahwa kunci kesuksesan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran sangat besar dalam membentuk kesuksesan hidup seseorang.

Konsep diri bagaikan sistem operasi yang menjalankan komputer mental manusia yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh mencapai 88% terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat. Semakin baik konsep diri maka akan semakin mudah seseorang untuk berhasil. Demikian pula sebaliknya.

Oleh karena itu, sehebat apapun potensi yang dimiliki, maka raksasa potensi dalam dirinya tidak akan bisa diledakkan menjadi karya-karya monumental ketika ia tidak menyadari dan meyakini potensi-potensi tersebut. Potensi itu pun tak berdaya guna (impoten) karena konsep diri negatif. Maka untuk memfungsikan potensi-potensi diri secara optimal dibutuhkan konsep diri positif yang terus mengelaborasi berbagai keunggulan diri dan mendayagunakan keunggulan tersebut demi terlahirnya prestasi-prestasi dahsyat. Itulah yang Saya sebut Konsep Diri Unggul (Excellent Self Concept).

Definisi Konsep Diri
Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan konsep diri. Banyak definisi konsep diri yang dikemukakan para pakar. Di antaranya:

“Keseluruhan Jawaban atas pertanyaan “Who Am I?”

“Identitas diri seseorang sebagai sebuah skema dasar yang terdiri dari kumpulan keyakinan dan sikap terhadap diri sendiri yang terorganisasi”
(Robert A Baron dan Donn Byrne)

“Pandangan kita tentang diri sendiri, yang meliputi dimensi: pengetahuan tentang diri sendiri, pengharapan mengenai diri sendiri, dan penilaian tentang diri sendiri” (Calhoun & Cocella)
“Kesadaran pribadi yang utuh, kuat, jelas dan mendalam tentang visi dan misi hidup, pilihan jalan hidup dengan nilai pembentuknya, peta potensi, kapasitas dan kompetensi diri, peran-peran (aktualisasi dan kontribusi), dan rencana amal serta karya unggulan sehingga memiliki keterarahan dalam struktur kepribadian” (HM Anis Matta, Lc)

Dari berbagai definisi di atas, konsep diri merupakan kesadaran pribadi tentang berbagai aspek dalam diri yang melahirkan keterarahan dalam orientasi hidup. Jika kita tidak memiliki arah yang jelas, maka kita akan berjalan banyak menghamburkan energi dan potensi, sementara tidak mencapai apa yang diharapkan.

Konsep Diri merupakan skema yang menjadi frame kehidupan yang dijalani individu. Konsep diri ini lebih mendalam dari sekedear gambaran deskriptif. Ia merupakan aspek yang penting dari fungsi-fungsi manusia karena sebenarnya manusia sangat memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan dirinya, termasuk siapakah dirinya, seberapa baik mereka merasa tentang dirinya, seberapa efektif fungsi-fungsi mereka atau seberapa besar impresi yang mereka buat terhadap orang lain.

Konsep Diri Da’i
Hasan Al Banna, itulah nama menyejarah yang dikenal publik, aslinya Hasan bin Abdurrahman. Dalam usia yang belia, beliau mendirikan gerakan islam yang mendunia: Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir. Hari ini gerakan yang dibangunnya telah menyebar ke lebih dari 70 negara di dunia dan tercatat dalam sejarah dengan tinta emas kepahlawanan.

Ketika Hasan Al Banna menyebarkan dakwah bersama jama’ah Al Ikhwan Al Muslimun yang dipimpinnya, maka namanya sangat populer di kalangan masyarakat luas. Ia menjadi bahan perbincangan hangat dan menjadi sorotan publik karena manuver-manuver dakwah yang dilakukannya. Berbagai penilaian berdatangan dari berbagai kelompok masyarakat tentang pribadi unik yang menyejarah tersebut, baik pro maupun kontra.

Suatu ketika datang seorang wartawan yang bertanya kepada Hasan Al Banna, “Wahai Syaikh, kami telah mendengar tentang diri Anda dari berbagai macam orang. Sekarang kami ingin mendengar dari diri Anda sendiri, ‘Siapakah Anda’?”

Dengan tenang Hasan Al Banna spontan menjawab, “Aku adalah seorang lelaki petualang pencari kebenaran… Akulah manusia yang mencari makna dan hakikat kemanusiaannya di tengah manusia. Akulah patriot yang berjuang menegakkan kehormatan, kebebasan, ketenangan, dan kehidupan yang baik bagi tanah air di bawah naungan islam yang hanif. Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya, maka Aku pun berseru ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah Sang Penguasa semesta raya yang tiada sekutu bagi-Nya. Kepada yang demikian itulah Aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Inilah Aku. Lalu anda sendiri, ‘Siapakah Anda’?.”

Sang wartawan terpesona dengan jawaban Hasan Al Banna. Dia juga gelagapan karena tidak bisa menjawab pertanyaan balik yang ditujukan kepadanya.

Cerita di atas merupakan kisah nyata. Hasan Al Banna dengan cepat menjawab pertanyaan itu dengan lugas. Hal ini menunjukkan ia memiliki konsep diri yang jelas. Selain itu, apabila kita melakukan analisis isi (content) bahasa yang diungkapkan, maka tampak jelas prinsip hidup dan nilai pembentuk diri Hasan Al Banna, yaitu islam. Sejarah pun menjadi saksi atas kepahlawanannya yang berbasiskan konsep diri unggul (excellent self concept).

Berbeda dengan sang wartawan yang kebingungan untuk hanya sekedar mendeskripsikan diri sendiri secara langsung. Hal ini menunjukkan konsep diri sang wartawan belum jelas.

Ya, Bagaimana dengan Anda, “Siapakah Anda?” [Indra Kurniawan | Al Intima']
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger