" Bersama PKS )|( , Membangun Magelang, Menuju Indonesia yang Adil dan Sejahtera, dengan : Cinta, Kerja, Harmoni "
Home » » Rofi Munawar : Pertamina Harus Serius Memperbaiki Penyaluran BBM Bersubsidi

Rofi Munawar : Pertamina Harus Serius Memperbaiki Penyaluran BBM Bersubsidi

Written By PKS KOTA MGL on Selasa, 12 Februari 2013 | 12.2.13

Rofi Munawar, Anggt. Komisi VII DPR RI Fraksi PKS.
PKS KOTA MAGELANG -- Jakarta, Kinerja Pertamina sepanjang tahun 2012 mengalami kenaikan dalam sisi penerimaan negara sebesar Rp 66,67 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 25,89 triliun. Kondisi ini mengalami kenaikan hampir 26 % dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 20.47 triliun dengan total penerimaan negara sebesar Rp 63.03 triliun.

Namun prestasi tersebut belum diimbangi dengan perbaikan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO), mengingat konsumsi BBM bersubsidi volumenya masih tinggi sepanjang tahun 2012 ditandai dengan tiga kali pengajuan overkuota.

Anggota Komisi VII DPR RI Rofi Munawar di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina (Persero) Senin, (11/2) mengungkapkan, “Kita mengapresiasi atas berbagai capaian yang telah dilakukan oleh Pertamina sepanjang tahun 2012, walaupun disisi lain kita melihat masih banyak permasalahan primer yang belum terselesaikan. Di sisi hulu kemampuan produksi yang masih minim yang menyebabkan realisasi lifting tidak optimal, sedangkan di sisi hilir kebocoran dan penyaluran BBM bersubsidi yang masih lemah menyebabkan kuota meningkat tajam dari prediksi kebutuhan,”

Legislator dari Jatim VII ini menambahkan, karenanya Komisi VII DPR RI meminta PT Pertamina (persero) agar melakukan kajian secara komprehensif atas pelaksanaan pengendalian BBM bersubsidi dengan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi untuk konsumen tertentu maupun Pembatasan penyaluran BBM bersubsidi melalui pemanfaatan teknologi IT serta melakukan persiapan dengan sebaik-baiknya untuk pelaksanaan di tahun 2013.

“Terobosan harus dilakukan oleh Pertamina dalam mengendalikan konsumsi BBM subsidi, penggunaan teknologi harus dilakukan di seluruh SPBU-SPBU untuk memudahkan dalam monitor konsumsi. Mengingat berdasarkan catatan bahwa konsumsi tertinggi BBM PSO justru di daerah-daerah pemilik sumber daya alam. Situasi ini diperkirakan karena adanya pengalihan BBM Subsidi bagi industri-industri ekstraktif yang seharusnya menggunakan BBM non subsidi” tegas Rofi.

Pertamina berencana menerapkan sistem pemantauan dan pengendalian (SPM) secara online di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero). Sistem tersebut diharapkan mampu mencatat dan mengendalikan traksaksi BBM di SPBU secara otomatis, data dapat diaskes secara realtime.

“Pertamina harus mampu bertindak strategis dan teknis sesuai standar kualitas perusahan dunia, untuk mencapai tahapan tersebut Pertamina harus berbenah dengan memperkuat infrastruktur. Antara lain dengan melakukan pembenahan pada SPBU agar lebih baik, berkualitas, dan berorientasi pada kepuasan konsumen, sehingga mampu bersaing dengan SPBU asing yang menjual BBM non subsidi,”

Berdasarkan data, PT Pertamina (Persero) menyuplai hampir 5.000 SPBU di seluruh Indonesia yang sebagian besar berada di wilayah perkotaan. Jumlah SPBU terbanyak terdapat di Jawa-Bali yakni 3.061 unit atau lebih dari 60 persen, disusul Sumatera 1.037 unit (20 persen), sementara sisanya ada di Sulawesi 333 unit, Kalimantan 234 unit dan pulau lainnya. [Fraksi PKS DPR RI]
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Template Created : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. PKS KOTA MAGELANG - All Rights Reserved
ReDesign by PKS KOTA MAGELANG
Powered by Blogger